Persyaratan KUR BRI 2026 Bagi UMKM Agar Pinjaman Modal Lebih Mudah Disetujui

Rabu, 21 Januari 2026 | 11:18:27 WIB
Persyaratan KUR BRI 2026 Bagi UMKM Agar Pinjaman Modal Lebih Mudah Disetujui

JAKARTA - Program KUR BRI 2026 menjadi perhatian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. 

Skema ini menawarkan akses pembiayaan bersubsidi dengan bunga rendah dan cicilan terjangkau. Tujuannya tidak hanya membantu usaha bertahan, tetapi juga mendorong UMKM berkembang dan meningkatkan daya saing.

Pembiayaan ini dapat digunakan untuk modal kerja maupun investasi usaha. Dengan dukungan pemerintah, UMKM memiliki kesempatan memperluas usaha secara produktif. Skema ini dianggap realistis untuk memenuhi kebutuhan modal yang terus meningkat.

KUR BRI juga menjadi instrumen strategis dalam penguatan ekonomi nasional. Penyaluran kredit diarahkan agar usaha rakyat mampu meningkatkan kapasitas produksi. Hal ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk mendorong sektor riil berbasis UMKM.

Suku Bunga dan Skema Pinjaman

Salah satu keunggulan KUR BRI 2026 adalah suku bunga yang disubsidi pemerintah. KUR Supermikro dikenakan bunga 3 persen efektif per tahun. Sedangkan KUR Mikro dan KUR Kecil memiliki bunga 6 persen untuk pinjaman pertama, dan meningkat bertahap hingga 9 persen untuk pinjaman berikutnya.

Skema bunga bertingkat ini mendorong kedisiplinan debitur. Hal ini juga memastikan kredit digunakan secara produktif sesuai tujuan program. Bagi UMKM pemula, bunga pertama tetap relatif ringan dibandingkan kredit komersial.

Dengan sistem ini, pelaku usaha lebih mudah merencanakan pembayaran cicilan. Transparansi bunga membantu debitur memahami besaran kewajiban tiap bulan. Hal ini membuat KUR BRI 2026 tetap menarik bagi pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usaha.

Akumulasi Plafon dan Jenis KUR

KUR BRI 2026 memiliki ketentuan akumulasi plafon pinjaman sesuai jenisnya. KUR Supermikro tidak memiliki batas jumlah akad. Sementara KUR Mikro untuk sektor produksi 4P, seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan, dapat mengajukan hingga empat kali akad dengan plafon maksimal Rp400 juta.

Di luar sektor 4P, KUR Mikro dibatasi maksimal dua kali akad dengan plafon total Rp200 juta. Sedangkan KUR Kecil memiliki plafon hingga Rp500 juta per debitur. Skema ini menjadi pilihan utama bagi UMKM menengah yang membutuhkan modal lebih besar untuk ekspansi usaha.

Dengan adanya plafon jelas, pelaku usaha dapat menyesuaikan kebutuhan modal. Sistem ini juga memudahkan perencanaan keuangan usaha. UMKM dapat mengatur pembiayaan sesuai kapasitas produksi dan target bisnis mereka.

Persyaratan dan Tenor KUR Kecil

Calon debitur wajib memiliki usaha produktif dan layak yang telah berjalan minimal enam bulan. Usaha harus menghasilkan barang atau jasa dengan prospek keberlanjutan. Selain itu, pemohon tidak sedang menerima kredit produktif dari bank lain untuk memastikan KUR diberikan kepada yang tepat sasaran.

Dari sisi legalitas, pelaku usaha wajib memiliki izin usaha resmi seperti IUMK, NIB, atau dokumen sejenis. Plafon KUR Kecil berkisar Rp50 juta hingga Rp500 juta dengan tenor maksimal empat tahun untuk modal kerja. Kredit investasi dapat memiliki tenor hingga lima tahun, dengan agunan tambahan sesuai kebijakan internal bank.

Ketentuan ini memastikan penyaluran kredit berjalan aman dan tepat sasaran. Debitur memahami hak dan kewajiban secara jelas. Sistem ini mendorong keberlanjutan usaha sekaligus meminimalisir risiko kredit macet.

Simulasi dan Proses Pengajuan

Sebagai ilustrasi, plafon Rp500 juta memiliki angsuran berbeda sesuai tenor. Untuk tenor 12 bulan cicilan sekitar Rp44,16 juta per bulan, 24 bulan sekitar Rp23,33 juta, 36 bulan Rp16,38 juta, 48 bulan Rp12,91 juta, dan 60 bulan Rp10,83 juta per bulan. Simulasi ini bersifat estimasi dan dapat berubah sesuai analisis bank dan profil risiko debitur.

Pengajuan KUR BRI dapat dilakukan secara offline melalui kantor cabang terdekat. Pemohon perlu menyiapkan dokumen seperti KTP, KK, dan izin usaha, serta membuka rekening BRI jika belum memilikinya. Setelah itu, proses wawancara, verifikasi, survei usaha, dan analisis kelayakan dilakukan sebelum kredit disetujui.

Dengan bunga rendah, plafon besar hingga Rp500 juta, dan tenor fleksibel, KUR BRI 2026 tetap menjadi solusi pembiayaan strategis bagi UMKM. 

Pelaku usaha disarankan menyesuaikan pengajuan kredit dengan kemampuan arus kas agar cicilan berjalan lancar. Pemanfaatan kredit yang optimal memastikan usaha berkembang dan manfaat program terasa maksimal.

Terkini