Batu Bara

Update Harga Batu Bara Naik Signifikan dan Cetak Level Tertinggi

Update Harga Batu Bara Naik Signifikan dan Cetak Level Tertinggi
Update Harga Batu Bara Naik Signifikan dan Cetak Level Tertinggi

JAKARTA - Perdagangan batu bara menunjukkan sinyal penguatan pada awal 2026. 

Komoditas energi ini mencatat kenaikan harga selama dua hari berturut-turut. Tren tersebut mencerminkan sentimen positif di pasar global.

Pada perdagangan terbaru, harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan depan ditutup di level US$ 109,1 per ton. Posisi ini menguat 0,23 persen dibandingkan penutupan akhir pekan sebelumnya. Capaian tersebut menjadi harga tertinggi sejak 10 Desember 2025.

Kenaikan ini menandai pergerakan harga yang konsisten dalam jangka pendek. Selama dua hari perdagangan terakhir, harga batu bara telah naik total 0,65 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya minat beli yang tetap terjaga.

Tren Kenaikan Beruntun

Penguatan harga batu bara terjadi secara berkelanjutan dalam beberapa sesi terakhir. Kenaikan dua hari berturut-turut menjadi sinyal stabilitas jangka pendek. Pasar merespons positif perkembangan permintaan energi global.

Sepanjang awal tahun, batu bara memulai 2026 dengan catatan yang cukup solid. Secara year to date, harga tercatat naik sekitar 1,5 persen secara point to point. Angka ini mencerminkan performa yang relatif positif dibandingkan periode sebelumnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa batu bara masih memiliki daya tarik. Meski terjadi fluktuasi di pasar komoditas, harga batu bara tetap mampu bertahan. Sentimen ini turut menopang pergerakan harga di awal tahun.

Peran Batu Bara dalam Energi Global

Di tengah masifnya pengembangan energi baru dan terbarukan, batu bara masih memegang peranan penting. Sejumlah negara besar masih mengandalkan batu bara sebagai sumber energi utama. Ketergantungan ini memengaruhi dinamika harga global.

China menjadi salah satu contoh negara yang masih mengandalkan batu bara. Negara tersebut berencana menyiapkan lebih dari 100 Pembangkit Listrik Tenaga Uap pada tahun ini. Langkah ini memperkuat posisi batu bara dalam bauran energi nasionalnya.

Dalam periode Oktober 2024 hingga September 2025, batu bara menyumbang sekitar 55,5 persen dari total bauran energi China. Angka tersebut menunjukkan dominasi yang signifikan. Kondisi ini turut menopang permintaan batu bara di pasar internasional.

Analisis Teknikal Pergerakan Harga

Secara teknikal, pergerakan harga batu bara menunjukkan kecenderungan bullish. Hal ini terlihat dari indikator Relative Strength Index 14 hari yang berada di level 55. Posisi RSI di atas 50 mengindikasikan tren penguatan.

Namun demikian, indikator lain menunjukkan potensi kewaspadaan. Stochastic RSI 14 hari tercatat di level 93. Angka tersebut berada jauh di atas batas 80 yang menandakan kondisi jenuh beli.

Kondisi overbought ini mengindikasikan peluang koreksi harga. Investor perlu mencermati pergerakan lanjutan dalam jangka pendek. Volatilitas tetap menjadi faktor yang harus diperhitungkan.

Peluang dan Risiko Perdagangan

Untuk perdagangan hari ini, harga batu bara memiliki potensi bergerak fluktuatif. Risiko penurunan dapat terjadi apabila tekanan jual meningkat. Area pivot point berada di sekitar US$ 107 per ton.

Jika tekanan berlanjut, harga berpeluang menguji level support di kisaran US$ 106 hingga US$ 105 per ton. Level ini menjadi area penting untuk menahan penurunan lebih lanjut. Pergerakan di zona tersebut perlu dicermati pelaku pasar.

Sebaliknya, apabila momentum penguatan tetap terjaga, harga berpotensi naik lebih tinggi. Level resisten berada di area US$ 110 per ton. Jika berhasil ditembus, harga berpeluang bergerak ke rentang US$ 113 hingga US$ 117 per ton.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index