Mentan Amran

Hilirisasi Pertanian Daerah Jadi Fokus Mentan Amran Demi Nilai Tambah Petani

Hilirisasi Pertanian Daerah Jadi Fokus Mentan Amran Demi Nilai Tambah Petani
Hilirisasi Pertanian Daerah Jadi Fokus Mentan Amran Demi Nilai Tambah Petani

JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendorong hilirisasi pertanian lokal. 

Upaya ini dinilai mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus kesejahteraan petani di berbagai wilayah. Selama ini, banyak daerah masih berfokus pada produksi bahan mentah tanpa pengolahan lanjutan.

Menurut Mentan Amran, potensi keuntungan terbesar justru berada pada tahap pengolahan hasil pertanian. Jika hasil panen hanya dijual mentah, nilai ekonomi yang diperoleh petani menjadi terbatas. Hilirisasi dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi daerah berbasis pertanian.

Pemerintah pusat telah menyiapkan dukungan besar untuk mendorong percepatan program tersebut. Anggaran senilai Rp40 triliun dialokasikan khusus untuk mendukung kegiatan hilirisasi di daerah. Dana tersebut ditujukan agar pemerintah kabupaten dapat mengembangkan pengolahan hasil pertanian secara optimal.

Peran Aktif Pemerintah Daerah

Mentan Amran meminta pemerintah daerah tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga fasilitator pembangunan pertanian. 

Pemda diharapkan mampu menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan industri pengolahan hasil pertanian. Dukungan regulasi, infrastruktur, dan akses permodalan menjadi kunci keberhasilan hilirisasi.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus hadir secara nyata dalam mendukung petani. Kehadiran tersebut diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak dan pendampingan berkelanjutan. Dengan keterlibatan aktif pemda, hilirisasi dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

Mentan Amran menyampaikan bahwa anggaran yang tersedia diberikan untuk dimanfaatkan secara maksimal oleh daerah. Pemanfaatan dana harus difokuskan pada kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi petani. Hilirisasi dipandang sebagai instrumen utama untuk meningkatkan pendapatan dan kemandirian petani.

Potensi Komoditas Unggulan Lokal

Berbagai komoditas pertanian memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui hilirisasi. Mentan Amran mencontohkan padi, jagung, kelapa, kakao, dan kopi sebagai komoditas strategis. Jika dikelola dengan baik, komoditas tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Pengolahan lanjutan memungkinkan hasil pertanian menjadi produk siap konsumsi atau bahan baku industri. Dengan demikian, nilai jual produk meningkat dibandingkan penjualan bahan mentah. Kondisi ini memberikan peluang ekonomi yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha lokal.

Hilirisasi juga dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Produksi dalam negeri yang kuat akan memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Selain itu, pengembangan industri pengolahan di daerah dapat menciptakan lapangan kerja baru.

Sinergi Pusat, Daerah, dan Pelaku Usaha

Mentan Amran menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan petani. Kerja sama lintas pihak menjadi fondasi utama keberhasilan hilirisasi pertanian. Tanpa kolaborasi yang solid, program yang dirancang sulit mencapai hasil optimal.

Kementerian Pertanian menyatakan kesiapan untuk mendukung daerah dalam pelaksanaan hilirisasi. Dukungan tersebut diwujudkan melalui program pendampingan dan penguatan kelembagaan petani. Pemanfaatan teknologi pertanian modern juga menjadi bagian dari strategi peningkatan produktivitas.

Mentan Amran menegaskan bahwa kekompakan pusat dan daerah akan membawa dampak positif bagi petani. Industri pertanian dapat tumbuh seiring meningkatnya kesejahteraan petani. Ekonomi daerah pun diharapkan bergerak lebih cepat dan stabil.

Strategi Berkelanjutan Berbasis Potensi Daerah

Pemerintah daerah diharapkan mampu mengidentifikasi komoditas unggulan masing-masing wilayah. Identifikasi tersebut menjadi dasar penyusunan strategi hilirisasi yang tepat. Pendekatan berbasis potensi lokal dinilai lebih efektif dan berkelanjutan.

Strategi hilirisasi perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan daerah. Dengan perencanaan yang matang, pengembangan pertanian dapat meningkatkan daya saing produk lokal. Pembangunan pertanian yang berkelanjutan menjadi tujuan utama dari kebijakan ini.

Mentan Amran menegaskan bahwa hilirisasi bukan sekadar program jangka pendek. Langkah ini merupakan investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan dan ekonomi nasional. Dengan dukungan semua pihak, sektor pertanian diharapkan mampu menjadi penggerak utama pembangunan daerah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index