JAKARTA - PT Jasa Marga menyiapkan jalur fungsional Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 Ruas Ambarawa–Bawen.
Langkah ini bertujuan mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Jalur ini diharapkan menjadi alternatif penting bagi pengguna jalan dari arah Tol Semarang–Solo.
Jalur fungsional memiliki panjang 4,98 kilometer dan terhubung langsung dengan jaringan Jalan Tol Trans Jawa Ruas Semarang–Solo. Posisi strategis ini memungkinkan distribusi arus kendaraan menuju dan dari wilayah tujuan mudik. Dengan kondisi ini, jalur fungsional dinilai mampu mengurangi kepadatan di Exit Bawen.
Direktur Utama PT Jasa Marga menekankan pentingnya jalur fungsional untuk mengurai kemacetan.
“Jalur fungsional Ambarawa–Bawen diharapkan mampu mengurangi kepadatan yang selama ini kerap terjadi di Exit Bawen pada periode Lebaran. Ruas ini tidak memiliki persimpangan maupun lampu lalu lintas, sehingga arus kendaraan dapat mengalir lebih lancar,” ujarnya.
Persiapan Infrastruktur dan Fasilitas Pendukung
Jasa Marga meninjau kesiapan jalur fungsional di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan infrastruktur dan fasilitas pendukung berjalan optimal. Fokus utama adalah keselamatan pengguna jalan serta pengaturan lalu lintas yang terintegrasi.
Persiapan mencakup kelengkapan fasilitas seperti CCTV, radar, dan traffic counting. Semua sarana ini disiapkan untuk memantau kondisi jalan secara real time. Dengan pengawasan ini, potensi gangguan lalu lintas dapat diminimalkan.
Direktur Utama menegaskan komitmen Jasa Marga dalam mendukung mobilitas masyarakat. “Jasa Marga berkomitmen mendukung kelancaran mobilitas masyarakat pada Lebaran 2026 melalui kesiapan kondisi fisik jalan, kelengkapan fasilitas pendukung seperti CCTV, radar, dan traffic counting, serta pengaturan lalu lintas yang terintegrasi,” jelasnya.
Peran Jalur Fungsional dalam Arus Mudik
Jalur fungsional diharapkan menjadi solusi mengatasi kepadatan arus mudik dan balik. Jalan ini mampu memecah konsentrasi kendaraan di titik rawan kemacetan, terutama di Exit Bawen. Dengan arus yang lebih merata, pengalaman mudik masyarakat menjadi lebih nyaman.
Keunggulan jalur ini adalah tidak adanya persimpangan maupun lampu lalu lintas. Kondisi ini memungkinkan kendaraan mengalir tanpa hambatan sepanjang 4,98 kilometer. Hasilnya, perjalanan mudik dapat berlangsung lebih cepat dan aman.
Pengguna jalan yang melintasi Ambarawa–Bawen akan merasakan perbedaan signifikan. Jalur fungsional membantu mengurangi tekanan di jalan tol utama. Hal ini juga meminimalkan risiko kemacetan yang biasanya terjadi saat puncak mudik.
Koordinasi dengan Lalu Lintas dan Pemangku Kepentingan
Koordinasi antara Jasa Marga dan pihak kepolisian menjadi kunci kelancaran arus mudik. Pengaturan akses keluar-masuk tol di kawasan Bawen dilakukan secara terintegrasi. Tujuannya agar arus kendaraan tetap terkendali dan aman.
Jalur fungsional mendukung penerapan rekayasa lalu lintas seperti one way atau contraflow jika diperlukan. Dengan distribusi arus yang lebih merata, pengaturan ini dapat diterapkan lebih efektif. Hasilnya, keselamatan dan kelancaran perjalanan dapat terjaga sepanjang mudik.
Pihak kepolisian dan Jasa Marga terus memperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan lainnya. Penyiapan ini mencakup pengaturan titik-titik rawan kemacetan dan informasi arus kendaraan. Dengan langkah ini, harapan masyarakat untuk mudik aman dan nyaman dapat tercapai.
Menjamin Mudik Lebaran 2026 Lancar dan Aman
Jalur fungsional Ambarawa–Bawen menjadi salah satu strategi utama menghadapi lonjakan kendaraan. Infrastruktur yang siap dan fasilitas pendukung memudahkan pengendalian arus. Dampaknya, masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik lebih lancar.
Penggunaan jalur fungsional juga memberikan fleksibilitas bagi pengendara memilih rute. Arus kendaraan dari Jakarta dan Semarang menuju wilayah selatan Jawa Tengah dapat terdistribusi merata. Hasilnya, kemacetan yang biasa terjadi selama Lebaran dapat diminimalkan.
Persiapan matang Jasa Marga diharapkan membuat pelaksanaan mudik Lebaran 2026 berjalan aman dan terkendali. Dukungan infrastruktur, fasilitas, serta koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan. Masyarakat pun dapat merayakan Lebaran dengan tenang dan nyaman sepanjang perjalanan.