JAKARTA - TNI Angkatan Darat berhasil memulihkan akses transportasi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang sempat terputus akibat bencana alam.
Langkah cepat ini diwujudkan melalui pembangunan jembatan Bailey di dua titik strategis. Kehadiran jembatan diharapkan memulihkan mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi lokal.
Pemulihan Infrastruktur Pasca-Bencana
Jembatan darurat dibangun di Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, dan Desa Banjaran Raya, Kecamatan Padang Tualang. Proyek vital ini rampung dan dapat langsung digunakan oleh warga setempat. Upaya ini memastikan konektivitas jalur darat kembali normal dan meminimalkan gangguan aktivitas harian masyarakat.
Proyek ini dikerjakan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan. Kesiapsiagaan TNI AD terlihat dari penggunaan peralatan dan material khusus. Pemulihan ini menunjukkan respons cepat TNI AD dalam membantu pemulihan infrastruktur pasca-bencana.
Proses Konstruksi Jembatan Bailey
Pembangunan melibatkan berbagai alat berat, termasuk dump truck, crane, yap crane, dan long cargo. Material jembatan tipe 2-1 dipilih karena keefektifannya sebagai jembatan darurat. Struktur ini dirancang kokoh dan siap menahan lalu lintas harian masyarakat.
Jembatan memiliki panjang 30 meter dan lebar 3,65 meter, dilengkapi papan lantai, balok pengapit, serta pelat lantai. Seluruh struktur dicat merah putih sebagai identitas nasional. Proses konstruksi dilakukan secara teliti untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna.
Tahap Akhir dan Kesiapan Operasional
Tahap akhir fokus pada pemasangan balok pengapit dan papan lantai. Pengelasan pelat lantai serta pengecatan panel kanan dan kiri jembatan juga dilakukan dengan cermat. Seluruh tahapan ini memastikan jembatan siap digunakan secara optimal oleh masyarakat.
Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan jembatan sudah dapat dilewati warga. Pembukaan akses ini menjadi kabar baik bagi yang sebelumnya kesulitan bergerak akibat kerusakan jalur. Kehadiran jembatan darurat ini memudahkan transportasi lokal dan logistik pasca-bencana.
Manfaat Bagi Mobilitas dan Aktivitas Masyarakat
Pemulihan jalur darat ini mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, dan sosial di Langkat. Masyarakat kini dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan. Jembatan Bailey menjadi tulang punggung baru dalam mendukung kehidupan warga yang sempat terganggu akibat bencana.
Kehadiran jembatan ini meningkatkan mobilitas kendaraan dan distribusi kebutuhan pokok. Para pelajar dan pekerja juga dapat beraktivitas lebih lancar. Infrastruktur yang pulih dengan cepat ini menjadi contoh respons nyata TNI AD terhadap bencana alam.
Peran TNI AD dalam Penanggulangan Bencana
Pembangunan jembatan Bailey menunjukkan peran aktif TNI AD dalam menanggulangi dampak bencana. Langkah ini bukan sekadar memulihkan jalur, tetapi juga memberi harapan bagi masyarakat.
Respons cepat ini memperlihatkan koordinasi efektif antara TNI AD dan pemerintah daerah untuk mendukung pemulihan pasca-bencana.
Tindakan ini menekankan pentingnya kesiapsiagaan institusi militer dalam bencana alam. Jembatan darurat tidak hanya menghubungkan dua lokasi, tetapi juga menjadi simbol bantuan dan ketahanan masyarakat. Keberhasilan ini dapat menjadi model bagi daerah lain yang terdampak bencana serupa.
Pemulihan jalur dan pembangunan jembatan Bailey juga membuka peluang bagi kegiatan ekonomi lokal kembali bergeliat. Distribusi bahan pokok dan mobilitas warga kembali lancar. TNI AD menunjukkan bahwa peran militernya tidak hanya dalam pertahanan, tetapi juga pelayanan masyarakat dan penanganan bencana.