JAKARTA - Menjelang Lebaran, layanan gadai di Gadai ValueMax Indonesia menunjukkan tren peningkatan transaksi.
Kebutuhan likuiditas masyarakat yang meningkat mendorong naiknya aktivitas gadai. Fenomena ini menjadi rutinitas tahunan yang selalu terjadi sebelum hari raya.
Direktur Utama Gadai ValueMax Indonesia, Brian Wiraatmadja, menyebut bahwa peningkatan transaksi sudah mulai terasa beberapa minggu terakhir. “Untuk tahun ini, sudah mulai merasakan juga tren peningkatan secara nominal transaksi sejak beberapa minggu terakhir, meskipun kenaikannya masih bertahap,” ujarnya.
Peningkatan ini menunjukkan masyarakat lebih memanfaatkan gadai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan persiapan mudik.
Jenis Barang yang Sering Digadaikan
Menurut Brian, emas menjadi komoditas paling populer yang digadaikan. Nilainya yang stabil dan proses penaksirannya cepat membuat emas menjadi pilihan utama nasabah. Selain emas, sebagian masyarakat juga menggadaikan barang elektronik dan kendaraan bermotor, namun porsinya lebih kecil.
Jenis emas yang paling banyak digadaikan adalah logam mulia dari Antam, Galeri 24, UBS, dan Hartadinata. Brian menambahkan bahwa selain kebutuhan konsumsi, barang yang digadaikan biasanya untuk tambahan modal usaha kecil atau kebutuhan keluarga.
“Selain itu, ada juga barang elektronik dan sebagian kendaraan bermotor, tetapi porsinya tidak sebesar emas,” ujarnya.
Tarif dan Transparansi Sewa Modal
Brian menegaskan bahwa tarif sewa modal tidak berubah selama periode Lebaran. Bunga emas dimulai paling tinggi di 1,1% per 15 hari, mengikuti tiering uang pinjaman. Perusahaan selalu menjaga tarif agar tetap kompetitif dan transparan bagi nasabah.
“Kami menjaga agar tarif tetap kompetitif dan transparan,” kata Brian. Hal ini penting agar nasabah nyaman menggunakan layanan gadai tanpa khawatir beban biaya yang membengkak. Transparansi tarif juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan Gadai ValueMax.
Dinamika Penebusan dan Transaksi Setelah Lebaran
Fenomena Lebaran tidak hanya memicu peningkatan gadai, tetapi juga aktivitas penebusan perhiasan emas. Brian menjelaskan bahwa nasabah biasanya menebus emas yang digadaikan untuk digunakan selama mudik. Setelah libur Lebaran, transaksi gadai kembali meningkat di cabang-cabang perusahaan.
Penebusan ini menjadi indikator penting dalam siklus bisnis gadai tahunan. Aktivitas ini mencerminkan kebutuhan masyarakat yang meningkat saat momentum hari raya. Brian menekankan pentingnya kesiapan cabang dan layanan agar proses berjalan lancar.
Kinerja Pembiayaan dan Industri Pergadaian
Secara kinerja, Gadai ValueMax mencatat pertumbuhan omzet sebesar 500% sejauh ini. Brian menyebut, tren ini sejalan dengan pertumbuhan industri pergadaian nasional. Berdasarkan data industri, penyaluran pembiayaan pergadaian mencapai Rp143,14 triliun per Januari 2026.
Otoritas Jasa Keuangan mencatat pembiayaan terbesar disalurkan melalui produk gadai sebesar Rp115,98 triliun. Nilai ini mencakup 81,03% dari total pembiayaan industri pergadaian.
Pertumbuhan industri yang mencapai 60,05% dibanding tahun sebelumnya menunjukkan bahwa layanan gadai tetap menjadi alternatif likuiditas yang diminati masyarakat.